Her passing drew profound national mourning, state funeral honors led by Prime Minister Anwar Ibrahim, and condolences from regional leaders including former Indonesian President Joko Widodo.
State Funeral and National Mourning in Putrajaya
Malaysian Prime Minister Anwar Ibrahim directed the Chief Secretary to the Government and the Armed Forces Chief to arrange a state funeral for Siti Hasmah, granting her the official status of a statesman’s burial. Malaysian Prime Minister Anwar Ibrahim said in an official statement in Kuala Lumpur on Monday that he had directed the Chief Secretary to the Government and the Armed Forces Chief to assist with the arrangements and grant the late Siti Hasmah the status of a statesman’s funeral (state funeral). PM Anwar menyampaikan rasa duka mendalam serta belasungkawa atas wafatnya Siti Hasmah Mohd Ali, yang mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Institut Jantung Negara (IJN), Kuala Lumpur, pada Senin pagi, atas nama Pemerintah Madani beserta segenap warga Malaysia.
Anwar Ibrahim said that the nation will always remember her maternal figure and appreciate her contributions, adding that his thoughts and prayers are with Tun Dr. Mahathir Mohamad and his entire family as they cope with this loss. Jenazah istri mendiang mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad tersebut, yaitu Siti Hasmah yang wafat Senin pagi, dijadwalkan untuk dimakamkan di Putrajaya dengan tata cara upacara pemakaman kenegaraan. Kabar kepergiannya dikonfirmasi oleh putra Mahathir Mohamad. Setelah disemayamkan di kediaman Mahathir Mohamad di Selangor, jenazah Siti Hasmah dibawa menuju prosesi pemakaman.

Political leaders, state dignitaries, artists, and citizens traveled to pay their respects. Jokowi wrote, “In Verily we belong to Allah and truly to Him we shall return. With the deepest sorrow, I express my condolences on the passing of Tun Dr. Siti Hasmah Mohamad Ali, the beloved wife of former Malaysian Prime Minister Tun Dr. Mahathir Mohamad.” Jokowi menyatakan mengiringi kepergian Siti Hasmah dengan doa yang terbaik, seraya memohon agar Allah SWT menerima segala amal ibadah dan kebaikan almarhumah.
Tun Dr Mahathir Mohamad and Family Bid Final Farewell
Tun Dr Mahathir Mohamad menghadapi salah satu fase paling berat dalam hidupnya ketika harus mengantarkan sang istri tercinta, Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali, pada Senin, 28 September 2026. According to a report by the New Straits Times on Tuesday, September 29, 2026, Dr Mahathir, who used a wheelchair and wore an oxygen tube, remained present throughout the funeral proceedings as family members gathered to pay their final respects.
Dalam video tersebut, Mahathir terlihat hanya duduk di kursi roda sambil menangis tersedu-sedu sementara selang oksigen terpasang.

Anwar Ibrahim, Prime Minister of Malaysia
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengoordinasikan respons pemerintah secara langsung melalui pernyataan resmi di Kuala Lumpur pada hari Senin. Anwar memanjatkan doa agar Allah SWT berkenan mengampuni segala dosa Siti Hasmah, menerima seluruh amal baktinya, serta menempatkannya bersama golongan orang-orang beriman. Melalui Pemerintah Madani dan atas nama seluruh rakyat Malaysia, Anwar menegaskan bahwa negara akan senantiasa mengenang jasa serta sosok keibuan Almarhumah Siti Hasmah Mohd Ali yang berpulang di Institut Jantung Negara.
Lasting Legacy of a Century of Public Service
Jenazah Tun Dr Siti Hasmah Mohamad Ali diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir setelah mendapat penghormatan luas dari berbagai kalangan masyarakat Malaysia. Dengan status Upacara Pemakaman Pembesar Negara yang dikomandoi langsung oleh instruksi Perdana Menteri kepada Ketua Sekretaris Negara dan Panglima Angkatan Tentara, penghormatan kenegaraan ini menandai akhir perjalanan hidup seorang tokoh perempuan yang mendampingi sejarah modern Malaysia selama satu abad penuh.