Wahana Psyche NASA Rekam Foto Langka Mars Saat Manuver Gravity Assist

by priyanka.patel tech editor

Wahana Psyche NASA rekam foto langka Mars saat manuver gravity assist pada Jumat (15/5/2026), memberikan perspektif visual yang tidak biasa dari Planet Merah sebelum melanjutkan perjalanan panjangnya menuju asteroid logam. Foto tersebut menangkap sosok Mars sebagai sabit terang yang membesar, sebuah sudut pandang yang jarang didapatkan oleh misi antariksa konvensional yang biasanya mengorbit atau mendarat di permukaan planet.

Momen ini terjadi ketika pesawat ruang angkasa Psyche melakukan pendekatan terdekat dengan Mars pada pukul 15.28 waktu Amerika, melintas hanya sekitar 2.800 mil di atas permukaan planet. Jarak lintasan ini tercatat lebih dekat dibandingkan dengan lintasan yang ditempuh misi Artemis II saat melewati Bulan beberapa waktu lalu.

Para ilmuwan menduga kecerahan abnormal pada foto sabit tersebut dipicu oleh hamburan cahaya matahari pada debu yang menyelimuti atmosfer Mars. Fenomena ini tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga memberikan data penting mengenai komposisi atmosferik planet tersebut saat dilihat dari sudut ekstrem.

Menggunakan Gravitasi Mars sebagai ‘Ketapel’ Kosmik

Manuver yang dilakukan Psyche dikenal sebagai gravity assist atau bantuan gravitasi. Dalam teknik navigasi ruang angkasa, wahana menggunakan tarikan gravitasi sebuah planet untuk mengubah kecepatan dan arah lintasannya tanpa harus menghabiskan banyak bahan bakar roket.

Dengan memanfaatkan gravitasi Mars, Psyche mendapatkan tambahan momentum yang diperlukan untuk mempercepat perjalanannya menuju target utamanya, yaitu asteroid 16 Psyche. Asteroid ini unik karena sebagian besar terdiri dari logam, yang diyakini oleh para peneliti sebagai inti dari protoplanet yang hancur miliaran tahun lalu.

Lindy Elkins-Tanton, peneliti utama misi Psyche dari University of California, Berkeley, menjelaskan bahwa lintasan dekat Mars ini bukan sekadar persinggahan teknis, melainkan kesempatan ilmiah yang berharga.

“Ini benar-benar momen yang indah bagi semua instrumen untuk berlatih,” ujar Elkins-Tanton, menekankan pentingnya validasi alat sensor sebelum wahana tiba di asteroid logam yang jauh lebih kecil dan sulit dipetakan.

Uji Coba Instrumen dan Pencarian Cincin Debu

Selama manuver mendekati Mars, tim ilmuwan menggunakan kesempatan ini untuk menguji kamera pencitraan inframerah dekat milik wahana. Pengujian ini sangat krusial untuk memastikan bahwa sensor dapat menangkap detail geologi dengan akurat saat tiba di target akhir pada tahun 2029.

Pesawat Luar Angkasa Psyche Milik NASA Terbang Melewati Mars dengan Kecepatan 12.000 MPH — dan Baru Saja Mengirimkan Foto yang Menakjubkan

Selain pengujian alat, misi ini memiliki agenda tersembunyi: mencari keberadaan cincin debu tipis di sekitar Mars. Para peneliti menduga adanya partikel debu yang terlepas dari bulan-bulan kecil Mars, Phobos dan Deimos, yang mungkin membentuk struktur cincin samar yang selama ini sulit dideteksi.

David Williams, wakil pemimpin tim pencitraan dari Arizona State University, menambahkan bahwa kualitas citra yang berhasil dikirimkan kembali ke Bumi sangat memuaskan. Menurutnya, data visual tersebut mampu merekam keragaman geologi Mars secara mendetail dalam satu bingkai lintasan.

“Itu benar-benar mencakup seluruh geologi Mars,” kata Williams.

Linimasa Perjalanan Menuju 16 Psyche

Psyche diluncurkan pada tahun 2023 dengan misi ambisius untuk mengungkap rahasia pembentukan planet di tata surya kita. Perjalanan menuju asteroid logam ini membutuhkan presisi navigasi yang ekstrem dan waktu tempuh yang lama.

Linimasa Perjalanan Menuju 16 Psyche
Wahana Psyche Bumi

Berikut adalah ringkasan catatan perjalanan wahana Psyche sejak peluncuran hingga estimasi tiba di tujuan:

Tahapan Misi Waktu/Detail
Peluncuran Wahana 2023
Manuver Gravity Assist Mars 15 Mei 2026
Estimasi Tiba di Asteroid 16 Psyche Agustus 2029
Total Jarak Tempuh 2,2 miliar mil

Misi ini merupakan bagian dari upaya NASA untuk memahami bagaimana inti planet berbatu terbentuk. Dengan mempelajari 16 Psyche, para ilmuwan berharap dapat melihat “isi perut” dari planet seperti Bumi tanpa harus mengebor ribuan kilometer ke dalam kerak bumi.

Setelah sukses melakukan manuver di Mars, Psyche kini berada dalam lintasan stabil menuju sabuk asteroid utama. Fokus tim operasional di Bumi kini beralih pada pemantauan kesehatan sistem wahana selama fase jelajah jangka panjang.

Checkpoint resmi berikutnya adalah serangkaian penyesuaian lintasan kecil yang dijadwalkan sebelum wahana memasuki fase pendekatan akhir ke asteroid 16 Psyche pada tahun 2029.

Bagaimana pendapat Anda tentang penemuan foto langka Mars ini? Bagikan artikel ini dan tuliskan komentar Anda di bawah.

You may also like

Leave a Comment